Ibu ini rela mengorbankan diri demi menyelamatkan bayinya
Ibu ini rela mengorbankan diri demi menyelamatkan bayinya
Lauren Heath tewas ditabrak truk di jalanan Reading, Inggris. Perempuan mulia itu
mengorbankan nyawa demi kelangsungan hidup putri kecilnya tercinta.

Ibu muda yang berusia 20 tahun itu mengerahkan kekuatannya, mendorong kereta bayi
pada detik-detik terakhir. Millie yang ada dalam kereta bayi tersebut selamat tanpa
mengalami cedera sama sekali. Sementara sang ibu meninggal dunia. Ia tak sempat
menyelamatkan diri.
Mendiang Lauren Heath akan dikenang selamanya sebagai seorang 'ibu yang menjelma
sebagai pahlawan dengan mengorbankan diri sendiri demi sang anak'.

Ratusan orang datang dari segala penjuru untuk melepas kepergiannya. Sebagian pelayat
tak mengenakan pakaian duka warna hitam atau gelap, mereka memakai baju pink. Warna
kesukaan mendiang Lauren. Dan Rekan-rekan serta keluarga mendekorasi jalanan dengan
balon dan pita pink serta ungu
Pelayat dan para tetangga berbaris di jalanan sekitar rumah duka, memberikan penghormatan
terakhir saat mobil yang membawa peti jenazah lewat. Gereja tempat upacara pemakaman
digelar, St Agnes Church of England, disesaki oleh pengunjung.
Tak hanya penghormatan terakhir. Sejumlah orang baik memberikan donasi yang nilainya
mencapai lebih dari 23 ribu pound sterling atau Rp 444 juta untuk membiayai pemakaman
dan memberikan santunan untuk Millie saat ia berusia 21 tahun kelak.
Keluarga sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan dari banyak orang.
"Itu adalah perhormatan terakhir yang pantas diterima mendiang. Tetapi ada hak
mendiang yang belum terpenuhi yaitu keadilan. Karena opir truk yang diduga
bertanggung jawab belum ditangkap.
Lauren Heath tewas ditabrak truk di jalanan Reading, Inggris. Perempuan mulia itu
mengorbankan nyawa demi kelangsungan hidup putri kecilnya tercinta.

Ibu muda yang berusia 20 tahun itu mengerahkan kekuatannya, mendorong kereta bayi
pada detik-detik terakhir. Millie yang ada dalam kereta bayi tersebut selamat tanpa
mengalami cedera sama sekali. Sementara sang ibu meninggal dunia. Ia tak sempat
menyelamatkan diri.
Mendiang Lauren Heath akan dikenang selamanya sebagai seorang 'ibu yang menjelma
sebagai pahlawan dengan mengorbankan diri sendiri demi sang anak'.

Ratusan orang datang dari segala penjuru untuk melepas kepergiannya. Sebagian pelayat
tak mengenakan pakaian duka warna hitam atau gelap, mereka memakai baju pink. Warna
kesukaan mendiang Lauren. Dan Rekan-rekan serta keluarga mendekorasi jalanan dengan
balon dan pita pink serta ungu
Pelayat dan para tetangga berbaris di jalanan sekitar rumah duka, memberikan penghormatan
terakhir saat mobil yang membawa peti jenazah lewat. Gereja tempat upacara pemakaman
digelar, St Agnes Church of England, disesaki oleh pengunjung.
Tak hanya penghormatan terakhir. Sejumlah orang baik memberikan donasi yang nilainya
mencapai lebih dari 23 ribu pound sterling atau Rp 444 juta untuk membiayai pemakaman
dan memberikan santunan untuk Millie saat ia berusia 21 tahun kelak.
Keluarga sangat berterimakasih atas dukungan yang diberikan dari banyak orang.
"Itu adalah perhormatan terakhir yang pantas diterima mendiang. Tetapi ada hak
mendiang yang belum terpenuhi yaitu keadilan. Karena opir truk yang diduga
bertanggung jawab belum ditangkap.
Ibu ini rela mengorbankan diri demi menyelamatkan bayinya
Reviewed by Unknown
on
5:17 AM
Rating:
Reviewed by Unknown
on
5:17 AM
Rating:
No comments